Rektor Untirta Minta Istri Kembalikan Titipan Rp 150 Juta Seusai Dengar Karomani Terjaring OTT KPK

2023-02-08 05:30:39 00:03:31 Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Untirta Banten Fatah Sulaiman mengakui pernah menerima uang penitipan calon mahasiswa uang penitipan calon mahasiswa itu untuk diberikan kepada terdakwa karunia namun Pengakuan itu baru dikatakan fathah setelah berkali-kali dikonfrontasi dengan hasil bab penyidikan KPK oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang pada salah satu Juve Februari mulainya fakta

Membantah menerima uang sebesar 150 juta dari orang calon maksud kami dari orang tua calon mahasiswa berinisial na uang tersebut diberikan untuk mengawal na lulus ke Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Unila setelah majelis hakim dan jaksa penuntut membacakan bab atas saksi Fatah Rektor Untirta tersebut baru mengaku Tetapi uang itu memang tak diterima langsung

Oleh Fatah melainkan oleh istrinya kota sempat membantah keterangannya sendiri dengan mengatakan uang itu tak diperlukan karena terdakwa Karomah tak menjanjikan apapun atas bantahan itu hakim anggota Edi purbanus memperingati agar Fattah berkata jujur Sebab di dalam Bab disebutkan Fatah yang meminta agar uang itu dikembalikan lantaran ia mendengar bahwa karomani

Ditangkap melalui ott oleh KPK Hakim meminta agar Fatah tak banyak ngeles mendapat peringatan itu fakta hanya menjawab lirik keterangan di bap itu benar adanya diberitakan sebelumnya penerimaan calon mahasiswa jalur penitipan dilakukan antara Rektor perguruan tinggi negeri PTN yang dipisahkan Selat Sunda fakta ini tercuat saat Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Untirta Banten

Fata Sulaiman menjadi saksi dalam sidang perkara swap PMB Universitas Lampung Unila dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang salah satu juveri 2023 terungkap fakta berkomunikasi dengan terdakwa karomadi yang saat itu menjabat sebagai Rektor Unila Dalam sidang tersebut terungkap pula anggota Polri mantan Kabid tik Polda Lampung komisaris besar Kombes Joko Sumarno menitipkan

Putrinya dengan memberikan uang 150 juta saat bertemu ke rumah terdakwa ke rumah nih dihadapan majelis hakim Djoko Sumarno mengaku memberikan uang sebesar Rp150 juta sekitar satu bulan setelah kelulusan putrinya berinisial SMA uang 150 juta tersebut adalah uang sumbangan di luar uang resmi SPI dalam penerimaan calon mahasiswa jalur mandiri di Fakultas Kedokteran Unila

Joko mengaku uang tersebut diminta ke romani sebagai infaq untuk pembangunan gedung Lampung Nah dingin center atau lnc jika putrinya kemudian diluluskan dalam keterangannya yang dibawa sumpah Joko mengatakan informasi itu didapatkan ketika ia menemui terdakwa ke rumah nih terkait ujian masuk ke fkud dari hasil pertemuan dengan karunia Putri Joko

Disarankan untuk mengikuti seleksi masuk jalur mandiri yang peluangnya lebih besar setelah pengumuman Jokowi oleh karmani bahwa putrinya lulus masuk FK Unila melalui jalur mandiri Terima kasih sudah nonton jangan lupa like subscribe dan share ya

TRIBUN-VIDEO.COM- Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten Fatah Sulaiman mengakui pernah menerima uang “penitipan” calon mahasiswa.

Uang penitipan calon mahasiswa itu untuk diberikan kepada terdakwa Karomani.

Namun pengakuan itu baru dikatakan Fatah setelah berkali-kali dikonfrontasi dengan hasil BAP penyidikan KPK oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Selasa (7/2/2023).

Mulanya, Fatah membantah menerima uang sebesar Rp 150 juta dari orangtua calon mahasiswa berinisial NA.

Uang itu diberikan untuk mengawal NA lulus ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila).

Setelah majelis hakim dan jaksa penuntut membacakan BAP atas saksi Fatah, rektor Untirta tersebut baru mengaku.

Tetapi uang itu memang tidak diterima langsung oleh Fatah, melainkan oleh istrinya.

Fatah sempat membantah keterangannya sendiri itu dengan mengatakan uang itu tidak diperlukan karena terdakwa Karomani tidak menjanjikan apapun.

Atas bantahan itu, hakim anggota Edi Purbanus memperingati agar Fatah berkata jujur.

Sebab, di dalam BAP disebutkan Fatah yang meminta agar uang itu dikembalikan lantaran dia mendengar bahwa Karomani ditangkap melalui OTT oleh KPK.

Hakim meminta agar Fattah tak banyak ngeles.

Mendapat peringatan itu, Fatah hanya menjawab lirih keterangan di BAP itu benar adanya.

Diberitakan sebelumnya, penerimaan calon mahasiswa jalur “penitipan” dilakukan antara rektor perguruan tinggi negeri (PTN) yang dipisahkan Selat Sunda.

Fakta ini tercuat saat Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten Fatah Sulaiman menjadi saksi dalam sidang perkara suap PMB Universitas Lampung (Unila).

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Selasa (7/2/2023) itu terungkap Fatah berkomunikasi dengan terdakwa Karomani yang saat itu menjabat sebagai Rektor Unila.

Dalam sidang tersebut, terungkap pula Anggota Polri mantan Kabid TIK Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Joko Sumarno “menitipkan” putrinya dengan memberikan uang Rp 150 juta saat bertamu ke rumah terdakwa Karomani.

Di hadapan majelis hakim, Joko Sumarno mengaku memberikan uang sebesar Rp 150 juta sekitar satu bulan setelah kelulusan putrinya berinisial SNA.

Uang Rp 150 juta itu adalah uang sumbangan di luar uang resmi SPI dalam penerimaan calon mahasiswa jalur mandiri di Fakultas Kedokteran (FK) Unila.

Joko mengaku uang itu diminta Karomani sebagai infak untuk pembangunan gedung Lampung Nahdiyin Center (LNC) jika putrinya kemudian diluluskan.

Dalam keterangannya yang di bawah sumpah, Joko mengatakan, informasi itu didapatkan ketika dia menemui terdakwa Karomani terkait ujian masuk ke FK Unila.

Dari hasil pertemuan dengan Karomani, putri Joko disarankan untuk mengikuti seleksi masuk jalur mandiri yang peluangnya lebih besar.

Setelah pengumuman, Joko dikabari oleh Karomani bahwa putrinya lulus masuk FK Unila melalui jalur mandiri.

(Tribun-Video.com/ Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Panik Dengar KPK OTT Karomani, Rektor Untirta Minta Istri Kembalikan Titipan Rp 150 Juta”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2023/02/07/204357578/panik-dengar-kpk-ott-karomani-rektor-untirta-minta-istri-kembalikan-titipan.
Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya
Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief
Host: Yustina Kartika
VP: Ika Vidya Lestari

#beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #live #breakingnews #untirta #unila #universitaslampung #kpk #korupsi
Sobat Tribunnews, Info tentang #Rektor #Untirta #Minta #Istri #Kembalikan #Titipan #Juta #Seusai #Dengar #Karomani #Terjaring #OTT #KPK ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:03:31 detik.


Begitulah sekilas tentang Rektor Untirta Minta Istri Kembalikan Titipan Rp 150 Juta Seusai Dengar Karomani Terjaring OTT KPK yang telah dilihat oleh 10282 penonton, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. © Tribunnews 211

13 thoughts on “Rektor Untirta Minta Istri Kembalikan Titipan Rp 150 Juta Seusai Dengar Karomani Terjaring OTT KPK

  1. PAK REKTOR 😘😘😘 giliran Ketahuan bilang Titipan 😀😀 tapi pak REKTOR giliran ga ketahuan yaa di yaa masuk REKENING KLUARGA 😀 baru mau masuk akademi kedokteran aja ga JUJUR Make SUAP 😀😀. kalo emang anak ber prestasi cerdas ga mungkin pake Suap menyuap 😭😭😭 beginilah klakuan oknum kalo memaksakan 😭😭 kemampuan pola pikir anak yang ga mampu jadi masalah,😭 kalo pun jadi dokter juga pasti ber masalah 😂😂

  2. Hilang dan tertutuplah kesempatan orang miskin untuk bisa kuliah, bila melihat kekakuan para rektornya. Karena orientasi perguruan tinggi sekarang adalah bisnis. Harapan orang miskin bisa kuliah gratis hanya di pendidikan kedinasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *