Tidak Mengetahui Ilmu Pemerintahan

2023-07-01 10:09:20 00:45:08 Para sahabat Pagi ini saya melanjutkan kembali bicara ilmu pemerintahan dengan tema tidak mengetahui apa yang diketahui atau ilmu yang tidak berilmu orang menggeluti ilmu tetapi sebenarnya tidak berilmu ada dua hal yang melandasi tema ini yang pertama adalah critical overview penglihatan secara kritis terhadap ilmu pemerintahan selama ini dan itu sebenarnya sudah dilakukan sejak

Tahun 80-an oleh misalnya profesor mulyarto yang mengkritik habis-habisan tentang ilmu pemerintahan yang bercorak administratif yang lebih banyak mekanik robotik melestarikan status quo dan karena itu beliau merekomendasikan supaya ilmu pemerintahan itu berorientasi pada ilmu politik sehingga para sarjana ilmu pemerintahan itu mempunyai kemampuan yang lebih analitik Open ended developmental itu saran dari beliau

Dan ini terus kami lakukan hari kemarin kami menantang arus utama ilmu pemerintahan yang pada intinya ilmu pemerintahan itu mempunyai empat mazhab utama ada administrasi pemerintahan tata kelola pemerintahan manajemen pemerintahan teknologi pemerintahan ini yang semua ini adalah pengetahuan yang mekanis robotik dan itu termasuk ilmu yang tidak berilmu atau ilmu yang

Tidak mengetahui terhadap Apa yang diketahui alasan kedua kami pimpinan sekolah tinggi pembangunan masyarakat desa PMD hari kemarin tanggal 27 Agustus berbincang-bincang dengan Profesor Nasrudin Harahap yang sudah 2 tahun bergabung dengan kpmd terutama menjadi dosen senior di program studi ilmu pemerintahan selama 2 tahun beliau melakukan refleksi secara menarik bahwa bergaul atau mendidik anak-anak

Pinggiran entah yang dari NTT dari Papua atau dari Kalimantan Barat itu sungguh membuat hidup beliau itu menjadi lebih hidup beliau bilang bahwa ada perspektif yang kami peroleh perspektif baru perspektif lain ketika berhubungan dengan orang-orang pinggiran dan karena itu ada tantangan untuk melihat perspektif yang lebih beragam dalam dunia pendidikan dunia keilmuan

Yang tentu berbeda dengan pengalaman beliau selama puluhan tahun menjadi dosen menjadi guru besar dan satu hal yang beliau sampaikan adalah motivasi kepada mahasiswa beliau selalu bilang pada mahasiswa bahwa yang membuat kalian itu akan menjadi orang itu bukan selembar kertas ijazah tapi ilmu ilmu itu membuat membuat mahasiswa menjadi orang

Ini poin penting dan kita semua tahu bahwa kemajuan peradaban martabat itu bisa disokong oleh ilmu kalau ilmunya robotik ilmunya mekanis yang mungkin bisa saja membuat orang menjadi terampil menjadi bisa kaya juga karena punya keterampilan teknologi pemerintahan Bisa saja dia menjadi kaya bekerja di sektor-sektor apa namanya yang membutuhkan teknologi pemerintahan mengerti tentang

Digitalisasi gaya gitu tapi barangkali hanya untuk dirinya sendiri merujuk pada Soekarno ya ilmu harus Amaliah harus bisa menyumbangkan kepada rakyat kepada bangsa kepada negara dan amalia harus ilmiah jadi ini kembali lagi kepada persoalan aksiologi ilmu pemerintahan itu harus mempunyai tiga aksiologi aksiologi teologis ini ada idealisme besar untuk pemerintahan untuk negara

Untuk bangsa untuk masyarakat untuk rakyat harus punya gagasan itu bukan bukan pada posisi justru ilmu pemerintahan itu ingin membuat pemerintahan itu seperti industri pemerintahan seperti pasar yang jauh dari prinsip-prinsip konstitusi prinsip kedaulatan rakyat dan seterusnya yang kedua harus punya aksiologi secara intelektual mempengaruhi mencerahkan bukan tukang ya kalau teknologi pemerintahan itu kan

Membuat tukang ilmu pertukangan itu berguna ya di dunia pertukangan di dunia yang sangat teknis Tetapi kalau ilmu dibuat pertukangan itu akan menjadi rendah martabatnya dia tidak akan memanusiakan manusia dia tidak akan mencerahkan pemerintahan tidak akan membawa perubahan yang lebih besar yang ketiga adalah aksiologi bedagogis ini orientasinya adalah untuk mobilitas sosial misalnya menciptakan

Lulusan-lulusan yang istilah Saya tidak hanya lolos dengan maklum tapi lulus lulus itu adalah yang sukses dan selamat selamat yang sukses ya bisa Bekerjalah tapi bukan hanya bekerja secara robotik tentu tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri memperkaya dirinya sendiri tetapi juga harus kembali ke tujuan atau aksiologi yang pertama dan kedua

Tidak hanya menjadi spesialis tapi harus menjadi generalis misalnya tidak hanya menjadi robot tapi harus reflektif tidak hanya menjadi pencari nafkah tapi juga harus mengabdi pada kepentingan orang banyak itu dua hal yang melandasi saya bicara pada tema ini dan saya mau menyampaikan beberapa poin tentang ilmu pemerintahan yang tidak mengetahui terhadap Apa yang diketahui

Sebagai dasar Saya ingin mengatakan bahwa ilmu pemerintahan pada hari ini pada posisi itu tidak mengetahui apa yang diketahui sebaliknya ilmu politik itu mengetahui yang tidak diketahui misalnya berbicara tentang politik di balik reformasi politik di balik kebijakan artinya yang diketahui itu tidak hanya yang dilihat yang diketahui itu tidak hanya yang ada

Di permukaan tapi yang lebih dalam ini seperti obrolan orang Minang di [Musik] orang Minang dilapo itu kalau siang melihat pemerintah kalau malam membicarakan pemerintah sehingga kalau peneliti hanya Bekerja di siang hari di kantor-kantor pemerintah itu hanya bisa melihat tapi tidak bisa menemukan tidak bisa memperoleh terhadap Apa yang dibicarakan oleh banyak orang

Di malam hari di lapau atau di warung dan Ini pengalaman yang luar biasa Ketika saya penelitian di Jembrana itu persis kalau siang Saya hanya memperoleh cerita memperoleh data yang normatif apa yang artificial tetapi di malam hari saya bisa berdiskusi dengan banyak orang ternyata ada pengetahuan ada cerita ada narasi

Ada artikulasi yang begitu kaya begitu dalam Muncul dari banyak aktor yang begitu beragam ini contoh kalau karena itu kalau meneliti Jangan hanya siang hari tetapi juga malam hari karena biasanya malam hari itu ada cerita tentang informasi yang itu dilakukan oleh banyak orang dan itu tidak bisa dilihat dengan mata

Telanjang tapi harus ditelusuri dengan lebih baik kita berharap ilmu pemerintahan harus refund harus berubah menjadi ilmu yang mengetahui terhadap Apa yang diketahui ilmu yang berilmu termasuk para sarjana para sarjana sarjana ilmu pemerintahan memang tidak harus menjadi ilmuwan tetapi apapun profesinya harus berilmu [Musik] jadi pemerintah juga harus berilmu jadi birokrat juga harus berilmu

Jadi aktivis juga tentu harus berilmu nya yang beramalliyah berilmu beramal beramal berilmu itu prinsip dalam ilmu itu begitu kenapa ada ontologi epistemologi dan aksiologi itu arahnya untuk ke sana ada beberapa poin tentang kondisi ilmu pemerintahan pada hari ini yang tidak mengetahui terhadap Apa yang diketahui yang pertama reduksi menyederhanakan atau memotong bahkan mendistorsi

Misalnya bicara metodologi itu disempitkan menjadi metode bicara pemerintahan direduksi menjadi administrasi menjadi manajemen dan teknologi itu kan sebenarnya hanya alat sebenarnya kalau saya sering menggambarkan ya proses pemerintahan itu proses politik hukum administrasi yang didukung teknik dan teknologi teknologi itu membuat manusia hidup lebih mudah tetapi ketika teknologi berinteraksi dengan birokrasi Techno

Dengan teknokrasi maka ya teknologi menjadi teknologi seperti misalnya digital government digital itu penting saya juga pemangsa digital bisa manfaatkan digital itu sebagai perangkat untuk membantu memudahkan saya Tetapi kalau ini bicara tentang digital government [Musik] maka ada proses reduksi yang luar biasa orang hanya berpikir tentang digital digital digital ini yang kemudian akan menciptakan

Dumanisasi bahwa digitalisasi itu lalu menjadi teknokrasi yang mengendalikan pemerintahan dan sekaligus mengendalikan manusia itu namanya teknologi jadi kedaulatan rakyat itu direduksi menjadi technografi sama juga ketika orang bicara governance direduksi menjadi tata kelola [Musik] dan akhirnya nanti dampak panjangnya adalah restorasi mendestorsi banyak hal yang sebenarnya politik mendahului teknik tapi karena reduksi dan distorsi

Lalu teknik itu mendahului politik [Musik] yang politik jadi teknik yang pemerintahan jadi administrasi yang hukum malah jadi politik [Musik] itu salah kaprah jungkir balik itu karena berawal dari semuanya direduksi jadi critical overview terhadap ilmu pemerintahan ini ciri khas pertama banyak hal itu hanya sebagai contoh sama juga ketika orang bicara tentang

Empowerment yang seharusnya dimaknai sebagai pemberkuasaan tapi direduksi menjadi pemberdayaan itu namanya tidak duduk namanya yang kedua kurang elaborasi dan imajinasi [Musik] barangkali ada banyak konsep yang diproduksi atau diimpor setiap hari tetapi tidak mengalami laborasi dan imajinasi yang lebih dalam lebih bermakna contoh Ya saya sering mendengar uraian orang tentang pemerintahan itu apa ya

Multidisiplin interdisiplin itu ngomongnya itu tapi ujung-ujungnya nggak nggak multi [Musik] jadi misalnya ya itu berkaitan dengan reduksi jadi ngomong ilmu pemerintahan adalah ilmu yang multidisiplin dan sebagainya tetapi ujungnya melihat pemerintahan sebagai objek dengan manajemen ekonomi contoh Ya bisa saja Ini namanya kontradiksi government 40 Maksudnya apa ini tidak dielaborasi dengan baik

Jadi Ada banyak hal nanti Subuh dengan apa namanya konsep-konsep yang text book Open government good governance ya elaborasinya begitu dan itu hanya indikator sehingga ini menjadi sangat lemah kalau mau berilmu itu ya dielaborasi lah semua hal apa yang diomongkan itu konsep-konsep kunci yang disajikan itu dilaborasi Lalu ada imajinasi atau

Diberikan ilustrasi yang memadai tidak hanya ngomong Konsep ini apalagi ya contohnya Ada banyak hal ya nanti lain kali saya sampaikan tapi itu yang sering terjadi multidisiplin tapi mono Padahal saya udah membayangkan Trans disiplin transisi Plin itu pemerintahan atau pemerintahan itu tidak hanya sebuah objek yang inklusif yang bisa dikaji oleh banyak

Sisi atau banyak perspektif secara multidisiplin interdisiplin tetapi Trans yang melompati bahwa pemerintahan itu juga harus bisa melihat harus bisa menjelaskan memahami terhadap fenomena manusia atau fenomena hajat hidup orang banyak itu yang kedua yang ketiga hanya bisa membuat definisi tetapi kurang konseptualisasi itu rata-rata begitu baik Mahasiswa maupun guru besar misalnya membahas tentang local

Government itu apa menurut ini menurut itu menurut si Suto sinoyo Si Kancil kemudian dibuat kesimpulan Lalu setelah itu di indikator diturunkan menjadi indikator yang nanti digunakan untuk melihat ya jadi konseptualisasinya sebatas indikator bukan sebagai proses untuk merajut antar konsep sebagai contoh misalnya studi tentang peran pemerintah daerah nanti hanya didefinisikan aja Pemerintah

Daerah apa lalu peran strategi itu didefinisikan dibuat indikator tetapi tidak ada perspektif untuk mengkonseptualisasikan jadi kekurangan Grand theory untuk melihat itu misalnya hubungan antara negara dan desa hubungan antara pemerintah daerah dengan desa yang didefinisikan itu Desa itu apa pemerintah daerah Apa hubungan itu apa gitu biasa yang lazim begitu

Tapi sebenarnya ada banyak perspektif untuk membantu konseptualisasi Misalnya menggunakan konsep dominasi model Maxis misalnya yaitu di elaborasi jangan-jangan ini tidak relevan misalnya bisa dikritik lalu tidak relevan bisa saja menggunakan juga konsep patrimonialisme dengan kepala desa misalnya Nah itu namanya konseptualisasi begitu Jadi tidak hanya dan nanti bisa dilaborasi Mengapa sih

Kok ada patrimonialisme misalnya Mengapa yang pertama juga ada dominasi tapi ini pilihan-pilihan kita mengambil posisi konseptualisasi mengambil posisi Oh ada yang marxis ada yang Febrian Oh yang ketiga bisa pakai yang namanya model hegemoni misalnya dengan budaya misalnya dengan artinya bukan bukan dengan dominasi bukan dengan represi misalnya tapi dengan model-model budaya

Pengetahuan sama-sama untuk menundukkan Desa tapi dengan pengetahuan misalnya yang keempat bisa juga dengan model atau perspektif cover mentality artinya ini lebih menyoroti Bagaimana rasionalitas atau penggunaan pengetahuan teknik data atau teknologi pemerintahan itu sebagai teknologi kekuasaan untuk menjinakkan mengendalikan dan seterusnya gitu ya dan kafo mentality juga berguna untuk menelusuri kontradiksi

Entah kontradiksi kebijakan kontradiksi regulasi Ada banyak hal yang bisa kita ungkap ketika konsep atau perspektif yang longgar ini lalu bertemu dengan praktek ya diskusif praktek yang diomongkan omongan yang dipraktekkan itu ditemukan di lapangan sehingga lalu penting untuk melihat penelitian itu tidak hanya objektif berdasarkan indikator yang sudah disusun secara deduktif

Lalu ini katanya empirisme Berdasarkan pengalaman empiris tapi direduksi menjadi realitas Naif realitasnya hanya di kerangkai dengan angka dengan kuesioner yang sudah di indikator tapi diskusif diskursus praktek diskusif itu muncul di lapangan dan itu hal yang biasa manusia itu sebagai subjek pasti dia akan banyak berbicara dan itulah kita bisa memetakan lalu

Melakukan interpretasi atas suara-suara lokal yang berkembang entah yang mendukung atau menolak atau mensiasati kan begitu kalau misalnya ada 75 kepala desa kan bisa saja berbeda-beda jadi konseptualisasinya masih sangat minim ini definisi itu karya-karya ini banyak ya termasuk makalah-makalah ini ada banyak konsep tapi miskin konseptualisasi berilmu ada ilmu tapi tidak berilmu ada

Organisasi tapi tidak berorganisasi yang keempat kecanduan pada resep-resep Barat kalau konsep itu yang biasa nah konsep itu universal tapi perlu di kontekstualisasikan tapi kalau resep beda resep itu misalnya Open govement itu resep good governance itu resep digital cover jadi itu diterima apa adanya given katanya sebagai sesuatu yang canggih yang akan bisa membawa

Perubahan-perubahan macam apa tidak mereka sikapi secara kritis dan tidak berpikir tentang konsekuensi jadi pokoknya ini ada digital ini bagus ini gini-gini Lalu nanti dilakukan studi tentang implementasi digital government implementasi Open government implementasi good governance jadi nanti dibuat definisi diukur di indikator Resesi kalau sampai kelapangan nggak sesuai dengan indikator itu lalu

Oh implementasinya jelek kan tidak begitu itu namanya ilmu yang apa dangkal dan oleh karena itu ini yang kelima ilmu pemerintahan yang tidak mengetahui terhadap Apa yang diketahui itu sempit dangkal kering ini penyakit luar biasa katanya multi katanya Inter gitu ada profesor yang terus-menerus bicara tentang legal formal kering banget

Ngomong relasi negara dengan Desa misalnya desain institusional lalu ngoceh dimana-mana ini Waduh ini apa namanya ilmuwan yang tidak berilmu namanya jadi tanggal dan ini mengingatkan saya pada sebuah buku yang ditulis oleh daron Aceh moge dan James robinsonnya ini dua orang ini produktif ini sering nulis bersama misalnya nulis buku

Tentang by Nation fail atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia mengapa negara gagal yang terbaru dia menulis koridor yang sempit jadi apa namanya ya itu berbicara tentang leviathan negara monster yang menciptakan corder yang sempit itu nah ini juga gitu Jadi terlalu sempit itu terlalu dangkal terlalu kering kering karena ya pendekatannya sangat administratif manajerial

Dan positif kering tidak menceritakan realisme secara lebih utuh ya Jadi ini kalau mau luas kalau mau dalamnya kalau mau hidup gitu ya Jadi kalau kering itu namanya hidup atau basah ya sosiologi bukan berarti kita lalu berbicara sosiologi pemerintahannya tetapi metodologi epistemologi sosiologi itu bagaimana dia berteori itu penting untuk kita pelajari

Jadi ilmu pemerintahan itu penting untuk belajar pada 3 ilmu sosiologi antropologi ilmu politik dengan kita memiliki epistemologi sosiologi maka kita bisa punya kekuatan perspektif atau kekuatan cara pandang yang luas melihat pemerintahan tidak hanya di kantor tidak hanya di ruang-ruang administrasi manajerial membacakan fenomena pemerintahan itu tidak hanya hubungan secara instansional atau secara mekanik

Antara pemerintah dengan yang non pemerintah tapi penting juga untuk melihat aspek hajat hidup orang banyak contohnya ada air ada hutan masih banyak lagi dan sosiologi memberikan pelajaran pada kita untuk membuat abstraksi terhadap Apa yang dilihat jadi kekuatannya pada teorisasi ini abstraksi teorisasi konseptualisasi sehingga memang sebelum mahasiswa belajar tentang dasar-dasar pemerintahan atau melalui

Pemerintahan itu penting juga untuk melihat sosiologi teori sosial mengerti tentang konteks sosiologis yang pertama yang kedua tentang teorisasi yang dimiliki oleh sosiologi dan yang tidak kalah penting supaya kita itu tidak antisosial jadi jangan sampai kita bicara pemerintahan tapi memisahkan diri dari fakta sosiologis bicara Desa misalnya direduksi secara legal formal secara administratif

Menjadi manajemen administrasi pemerintahan sengaja untuk menyingkirkan Desa itu sebagai fakta sosiologis sosiologi sama pemerintah itu penting karena sosiologi bisa jadi perspektif dan fisiologi juga mengajarkan pada kita tentang manusia yang bermasyarakat ketika masyarakat bertransformasi menjadi pemerintahan maka dia tidak bisa meninggalkan masyarakat tidak meninggalkan fakta sosiologis pemerintahan dengan pintu masuk politik

Itu pasti akan ada proses governing terhadap ekonomi terhadap kehidupan sosial jadi mempelajari juga tentang makhluk ekonomi dan makhluk sosial jadi contohnya begitu ya jadi pemerintahan Bisa dibentuk secara sosiologis itu tapi pemerintahan sebagai perspektif juga bisa melihat fakta sosiologis tapi yang mau saya katakan pada poin ini kita perlu belajar tentang

Bagaimana sosiologi itu bermetodologi dan tidak dengan sosiologi kita bisa mempelajari Grand Theory ya kalau kita mengerti Grand teori itu kan ibarat orang naik gunung yang sampai di atas bisa melihat luas gitu Meskipun tidak detail antropologi bisa kita pelajari dari sisi kedalaman meskipun Tidak harus menjadi antropolog nanti Repot juga kalau

Harus seperti antropolog meneliti bertahun-tahun berbulan-bulan baru kemudian bisa menghasilkan abstraksi gitu tidak harus begitu tetapi yang poin penting dari antropologi itu menampilkan Khasanah lokalnya itu menghadirkan subjek lokal pengetahuan lokal dan ini tidak positif mengajarkan banyak hal dan saya sangat suka dengan antropolog karena Justru dengan para antropologi itu lalu menghadirkan penggunaan gover mentality

Untuk melucuti praktek pemerintahan jadi Anda bisa membaca tentang penggunaan gavementalia oleh para antropolog mulai dari James Ferguson sampai dengan taniali misalnya kita belajar di sana jadi supaya apa Menarik lah kita ini lebih dalam lah tidak mekanik tidak robotik kalau membuat menarasi data itu bukan data rest and peace dengan angka-angka yang artifisial tapi

Data yang hidup karena itu ekspresi aktualisasi orang-orang yang bergelut dengan hajat hidup orang banyak kita belajar dari ilmu politik supaya tidak kering pemerintahan kita sekarang ini kering banget Ya kering dalam pengertian ya itu hanya proses administrasi proses perkantoran proses kedinasan istilahnya tadi ya hanya membicarakan Apa yang dilihat

Di siang hari tapi tidak membicarakan terhadap Apa yang apa yang dibicarakan oleh pemerintah di malam hari jadi informal politik itu penting tidak hanya politik formal yang ada di perkantoran tidak hanya di teks tapi juga konteks ilmu politik antara lain mengajarkan tentang metodologi analisis kontekstualisme itu tidak hanya positif Facebook yang dengan deduktif indikator

Generalisasi yang selama ini menjadi candu bagimu dan juga bukan yang terlalu interpretatif modernisme atau alat fenomenologi tapi menjadi Jalan Tengah artinya bukan maksudnya bukan eksplanasi berbasis variabel seperti dalam positifisme tapi eksplanasi yang mekanisme mekanisme klik apa namanya eksplanation atau eksplanasi berbasis mekanisme jadi apa kejadian a akan diikuti b gitu jadi

Konteks misalnya begini kalimat kontekstual Bupati sutonoyo melakukan reformasi pemerintahan daerah ketika posisi dia dalam ketika dia dalam posisi yang lemah secara politik misalnya begitu jadi itu Kalimat yang kontekstual Nanti akan saya dalami lagi ini metodologi kontekstual ini kontekstual itu juga penting untuk melihat supaya tidak hitam putih misalnya Hitam Putih ketika orang datang

Ke daerah itu mengatakan Bupati ini Predator Bupati ini oligarki obat ini capture misalnya itu kalau orang sudah pendekatannya kriminalisasi begitu kemana-mana nggak akan berubah itu jadi apa namanya kacamata kuda terus gitu ya itu model positif Facebook yang lain juga itu ya dan kalau model begitu ya sebelahnya

Nggak ditelitipun orang udah tahu Oh ini Predator udah tahu juga lalu kalau sudah meneliti menemukannya itu word next jadi Apa selanjutnya kan hanya bisa menyampaikan Predator itu mungkin ini informasi ya informasi tentang fakta di lapangan begitu Tetapi kan orang itu peneliti itu kan tidak hanya ngomong tentang apa namanya eksplanasi interpretasi tapi

Juga berpikir deskripsi karena deskripsi itu untuk aksiologi jadi hanya kalau orang hanya meneliti begitu terus maka dia tidak menyumbangkan apapun untuk perubahan jadi malah justru mengawetkan status quo yang semacam itu ya di sisi lain orang yang administrasi pemerintahan manajemen pemerintahan atau kaum profesional itu suka dengan inovasi best practice

Jadi kalau dengan anugerah good governance Santi korupsi itu suka indeks-indeks itu suka ini kan dua kubu Nah kan nggak bisa begitu makanya kan kalau kita ngomong tentang entitas yang daerah itu kan tidak bisa dengan Hitam Putih tidak bisa serta merta dengan Kabar baik Kabar buruk Tetapi ada dinamika yang kontekstual

Contohnya misalnya seorang bupati yang posisinya lemah lalu dia melakukan reform setelah reform dia malah justru menjadi kuat setelah kuat hampir nggak ada yang mengontrol nggak ada kontrol dari manapun semuanya tunduk dari situ Bupati melakukan korupsi ketika melakukan korupsi baru orang bergelora bergerak lagi melakukan perlawanan dan kemudian bupatinya runtuh reformasinya runtuh ini

Kan dinamis ini kontekstuallah jadi ini penting jadi tidak hanya semata-mata hanya pada satu titik orang penelitian itu kan bisa saja antara apa yang direncanakan dengan yang pulang itu kan bisa berbeda Ya seperti misalnya dulu Menteri Desa berangkat membawa proposal tentang antropologi ekonomi tapi setelah di lapangan Pulang membawa antropologi politik Ini contohnya

Itu yang biasa itu namanya kontekstual jadi hidup itu ya kontes itu hidup dan ini satu metodologi yang paham metodologi yang penting untuk dipelajari oleh ilmu pemerintahannya mudah-mudahan jadi 3 itu Ya tiga ilmu itu kita harus ini jangan dipersempit menjadi sangat ilmu pertukangan ilmu perkantoran Nanti secara keilmuan tidak

Berilmu kita dan kalau tidak berilmu ya kita tidak akan mencerahkan maknanya begitu ilmu itu tidak hanya keterampilan pertukangan itu karena orang itu Nggak sadar bahwa pertukangan itu ya akan mereduksi manusia katanya mau manusiakan manusia mau membuat manusia hidup sejahtera bahagia gitu tapi kok pendekatannya mekanis yaitu namanya reduksi dan distribusi dan

Distorsi itu namanya kemudian yang keenam ini melanjutkan yang kelima ya pendangkalan tugas-tugas metodologis dan penalaran Nalar dan epistemologinya sangat dangkal ya Misalnya suka bicara etika pemerintahan hukum pemerintahan kepemimpinan pemerintahan komunikasi pemerintahan Kok tidak mengambil politik pemerintahan misalnya ini anti politik namanya dan penalarannya jadi lemah kalau meninggalkan politik ini sangat Metrologi begitu

Ya Jadi ini banyak yang nggak Nalar lah argumen argumen yang dibangun oleh ilmu pemerintahan sehingga tidak duduk meteorologinya juga jadi secara umum kan tugas metodologi itu intinya kan kita membuat narasi kita akan membuat narasi ya narasinya kan ada deskripsi ada eksplanasi ada interpretasi kadang-kadang orang itu membuat studi

Membuat kalimat itu isinya deskripsi aja misalnya jadi ke depan misalnya tapi deskripsi kurang deskripsinya pakai data mati tidak sanggup membuat mapping dengan baik Misalnya lalu tidak ada eksplanasi orang membawa orang melakukan penelitian Pertanyaannya satu bagaimana efektivitas Bagaimana kinerja Bagaimana strategi Bagaimana peran Bagaimana tata kelola semakin dangkal kita jadi tidak punya kemampuan untuk

Menjelaskan [Musik] jadi kalau saya melihat di tulisan-tulisan di jurnal itu sekalipun yang ditulis oleh Profesor itu ya yaitu karena memang positif Facebook karena menurut Positif itu kan yang bisa membuat teori katanya itu hanya profesor yang masih mahasiswa nggak bisa membuat teori nggak bisa membuat argumen dilarang itu namanya kolonialisasi pengetahuan

Interpretasi juga kurang ya jadi kita nggak boleh membuat interpretasi atau mengkonstruksi jadi kita hanya boleh menguji teori yang sudah ada tugas-tugas metodologis ini kan apa namanya banyak ya jadi sehingga orang itu apa yang dikatakan apa yang ditulis apa yang dia ketahui itu sebenarnya dia tidak tahu itu serius itu ya kalau disadari

Termasuk konsekuensi konsekuensi yang muncul dari apa yang resep tadi orang kan pengetahuannya masih dangkal tidak mengerti teknologi kekuasaan jadi nggak nyadar bahwa apa yang dipelajari itu adalah teknologi kekuasaan yang sebenarnya melemahkan pemerintah orang kan nggak itu karena itu tadi ya karena antara lain juga karena Saya kira begitu ya ini

Terus-menerus kita gembor ini bagian dari mencerahkan tapi bukan berarti kita hanya punya ilmu bongkar kita punya ilmu pasang juga terima kasih

#sutoroeko
#pemerintahan
#ilmupemerintahan
Sobat Kawruh Gopolstate, Info tentang #Tidak #Mengetahui #Ilmu #Pemerintahan ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:45:08 detik.


Begitulah sekilas tentang Tidak Mengetahui Ilmu Pemerintahan yang telah dilihat oleh 62 penonton, semoga dapat bermanfaat until kita semua. © Kawruh Gopolstate 2708

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *