Bentrok Dua Kelompok Massa di Yogyakarta Berakhir Damai | Kabar Pagi tvOne

2023-06-05 02:45:58 00:02:07 Keributan antar kelompok pecah di sejumlah lokasi di kota Yogyakarta keributan dua kelompok massa ini terjadi sejak Minggu sore sejumlah saksi melihat masa datang dengan menggunakan motor hingga mengibarkan bendera ratusan personil pun langsung melakukan barikade di sekitar Jalan Taman Siswa untuk mencegah tawuran masa salah satu kelompok massa merangsek masuk sebagian

Lagi bertahan di kawasan perempatan pom bensin Sultan Agung Taman Siswa petugas gabungan baik dari Polda DIY Polresta Yogyakarta dan tim Brimob DIY harus ekstra keras untuk bisa membubarkan masa yang masih bertahan sebelumnya aksi keributan antara dua kelompok massa ini terpecah di kawasan dekat Lapas wirogunan di Jalan Taman Siswa hasil

Lempar batu pun tidak terhindarkan dan ratusan petugas pun dikerahkan untuk melerai dan mengantisipasi keributan luas hingga saat ini masih belum ada keterangan resmi terkait tawuran dua kelompok massa ini namun pihak kepolisian Terus berjaga di lokasi kejadian dan meski saat ini status atau kondisi telah berangsur kondusif [Musik] cinta kepada semua pihak untuk bisa

Menahan diri demi menjaga kondusifitas dan keamanan kota Yogyakarta khususnya dan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya di saya selalu Kapolda juga memberikan permohonan maaf kepada masyarakat Jogja atas situasi yang tidak kondusif beberapa waktu lalu namun saat ini situasi sudah terkendali aman Kami menghimbau Kepada seluruh masyarakat saudara-saudaraku sedulur sedulur

Semuanya baik dari PSHT Brajamusti dan seluruh yang ada untuk bisa menangani menjaga keamanan Yogyakarta

Kabar Pagi, https://www.tvOnenews.com – Bentrok Dua Kelompok Massa di Yogyakarta Berakhir Damai | Kabar Pagi tvOne

Sejumlah jalan ditutup imbas peristiwa bentrokan antara dua kelompok massa di Jalan Tamansiswa, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (4/6/2023) malam. Jalan yang ditutup tersebut yakni Jalan Tamansiswa dan Jalan Sultan Agung yang berdekatan dengan lokasi. Jalan Sultan Agung merupakan jalan penghubung dari timur Kota Yogyakarta menuju Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta.

KABPAG01

Saksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live
Dan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:

Facebook – https://www.facebook.com/tvOnenews
Instagram – https://www.instagram.com/tvOnenews
Twitter – https://twitter.com/tvOnenews
TikTok – https://www.tiktok.com/@tvOnenews
Website – https://tvOnenews.com
Sobat tvOneNews , Info tentang #Bentrok #Dua #Kelompok #Massa #Yogyakarta #Berakhir #Damai #Kabar #Pagi #tvOne ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:02:07 detik.


Begitulah sekilas tentang Bentrok Dua Kelompok Massa di Yogyakarta Berakhir Damai | Kabar Pagi tvOne yang telah dilihat oleh 25457 penonton, semoga dapat bermanfaat until kita semua. © tvOneNews 127

41 thoughts on “Bentrok Dua Kelompok Massa di Yogyakarta Berakhir Damai | Kabar Pagi tvOne

  1. jadi mls ke jogja banyak kerushan dan genk2 gak jelas pedang2ny sering mematok harga tinggi ke pariwisata seperti saya sya sdh kena 4x di patok harga gak wajar di malioboro dan parang tritis mkanya sya lburan sering jawatimur aj ke pacitan klo mantai klo hburan ke malang …klo mnrutku ke 2 kubu sma2 arogan bikin ngeri

  2. Mesti perguruan silat yang ada masalah sama pihak lain selain organisasi sesama pesilat itu PSHT. Sampe2 di gigs musik underground pun pernah trending dirusuhin anak PSHT. NI organisasi emang apa sih maunya. Tlg lah kalau kalian memang pendekar jangan hanya pendekar di fisik. Tapi jadilah pendekar di hati dan otak kalian.

  3. Inilah cerminan bahwa Yogyakarta bukan salah satu kota teraman di Indonesia meskipun punya status "Daerah Istimewa". Sepertinya Bali lebih banyak merebut hati banyak orang Indonesia lain dari daerah lain untuk pindah menetap di Bali meskipun ekonomi Bali masih bangkit pasca pandemi COVID-19. Kalau saya masih betah tinggal di Bandung.

  4. Damai cuman formalitas doang, kejadian akan terus berulang ulang. Di negara ini pembuat rusuh kebanyakan dari ormas, suporter, pencak silat dan konvoi2 motor.

  5. Yang paling di rugikan warga Jogja dan pariwisatanya.

    Pelaku pembacokan sudah di tangkap polisi. Malah bawa2 organisasi, panggil teman2 dari luar Jogja.

    PSHT tanggal 29 Mei datang ke Jogja konvoi geber2 motor.

    Kemarin datang ke Jogja nyerang warga Jogja.

    PSHT datang ke Jogja bak jagoan, pulang dikawal polisi, MEMALUKAN.

    Pagar Nusa dan IKSPI tertawa melihatnya.

  6. TANGKEPIN 10 sampe 20 orang. Sita Hapenya, lihat aja chat WA grupnya.
    Polisi tinggal hubungi dah… kan kerekam tuh CHAT CHAT nya di grup.
    Simpen kontak chat grup yang terbukti memprovokasi.
    Kalau masih terus berlangsung tinggal digaruk dah…

  7. Pemda dan aparat penegak hukum menindak tegas semua dua kelompok yg ikut tawuran jangan sekedar himbaun supaya mereka jera dan tidak akan diikuti kelompok lain

  8. Awal mulanya yg saya tahu, ktika PSIM membuat acara di daerah parangtritis ada warga skitar yg merasa terganggu karna suara musiknya trlalu keras saat tngah malam.
    Karna anaknya sdang sakit & rewel tdak bsa tdur, akhirnya mnegur untuk mengecilkan suara musiknya.
    Tpi tdak digubris, akhirnya warga stempat mngajak yg lain untuk menegur kmbali. Namun malah bntrok, dan trjadilah kributan yg membuat salah satu warga terluka akibat sayatan cutter.

    Akhirnya diketahui korban tersebut adalah warga PSHT, kmudian paginya ke Polda untuk melapor agar pelaku ditangkap. Nah disitu saya respect & salut sama PSHT, karna tdak main hakim untuk balas dendam namun mnyerahkan perkara tersebut ke hukum. Tdak berselang lama, akhirnya pelaku yg melukai tdi sudah tertangkap 3orng.

    Tpi entah knapa, sore hari smua oknum PSHT konvoi & membuat rusuh kpada warga skitar di mandala krida, yg akhirnya terjadi keributan besar hingga malam hari di taman siswa.

    Jika memang ingin balas dendam kpada pelaku, hrusnya datengin ke tmpat tersangka ditangkap bukan malah kpada warga yg tdak tau apa² di jalan. Yg awalnya bermasalah dngan PSIM, kini malah dngan warga DIY.
    Saya yakin ada provokator yg menyuruh konvoi lalu membuat ribut.

    Maaf bilamana ada salah kata & hanya itu yg saya tahu.
    Trimakasih

  9. barbar
    tambah ilmu tambah ganas
    bukan didikan nusantara ya gitu
    beda sama org2 tua kita dulu saling menghormati rukun gotong royong
    skrg bnyk yg sombong sok jago sok preman masyarakat ditakut2i, klo memang jagoan ke afghanistan sana ke kongo ke palestina, jgn masyarakat sendiri dijadi bahan praktek silat

  10. Keributan asal mula dr oknum organisasi,tp masyarakat terkait bahasanya bawa" nama daerah jawa timur dn madiun nantangin agar dtg k yogya.sampai kpn yogya aman terkendali dn kondusif.klo pola pikir masyarakat seperti itu😂😂😂Salam akhal sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *