Sosok ZR Remaja 14 Tahun Pelatih Silat Jadi Pelaku yang Tendang Siswa SMP hingga Tewas, Tak Ditahan

2023-06-02 11:08:28 00:03:34 Jajaran Polres Klaten menetapkan pelatih silat perinisial ZR berusia 14 tahun sebagai tersangka meninggalnya siswa SMP ap 14 tahun saat latihan silat di Desa Wadung kertas Kecamatan Wonosari Klaten Jawa Tengah pada senin 29 Mei 2023 malam penetapan ZR sebagai tersangka seusai pendidik memeriksa 11 saksi ap diduga dipukul dan ditendang di

Bagian dada yang mengakibatkan korban meninggal dunia Kapolres Klaten AKBP Warsono diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Klaten Agape Lanang Teguh Pambudi mengatakan aksi kekerasan yang dilakukan tersangka mengakibatkan korban terjatuh dan meninggal dunia berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Jogjakarta korban mengalami mati lemas Selain itu di tubuh korban terdapat luka patah

Tulang iga serta memar di bagian paru-paru akibat perbuatannya tersangka terancam 15 tahun penjara lantaran tersangka masih dibawah umur polisi tak melakukan penahanan acapellana menjelaskan tersangka melakukan aksi kekerasan hingga korban jatuh dan kepalanya terluka sebelum dia Kapolres AKBP Warsono melalui kalsium bas Polres Klaten itu Abdillah mengatakan status tersangka sebagai anak

Berhadapan dengan hukum atau aph dalam kasus ini sebelum tewas HP melakukan latihan rutin di perguruan silat Pagar Nusa ranting Tegal duwur bersama dengan 5 santri lain ya dengan pelatihan Z berusia 14 tahun saat kejadian ape mengikuti latihan silat di depan masjid Baitul Rohman Dukuh Tegal duwur Desa wadungkertas Kecamatan Wonosari Klaten ketika akan

Memberi aba-aba selanjutnya tiba-tiba korban jatuh ke arah depan Hal itu menyebabkan kening terbentur tepi lantai masjid yang menyebabkan kening apik mengalami luka robek HP sempat dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah delanggo untuk mendapatkan penanganan medis tetapi Sesampainya di sana korban sudah meninggal dunia Atas kejadian tersebut keluarga korban meminta untuk dilakukan

Otopsi kepada ape terkait penyebab kematian dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonosari jajaran Polres Klaten kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban Atas kejadian tersebut ZR dikenakan primer pasal 80:3 contoh pasal 76c subsider pasal 80 ayat 2 contoh pasal 76c lebih subsider pasal 80 ayat 1 contoh [Musik]

Yang kita ambil keterangan dari pihak yang kita lakukan yaitu menyebutkan bahwa memang tidak ada orang yang menggunakan itu ya motivasinya tidak ada namun ini dalam rangka latihan rutin [Musik] Terima kasih sudah nonton jangan lupa like subscribe dan share ya

TRIBUN-VIDEO.COM – Jajaran Polres Klaten menetapkan pelatih silat berinisial ZR (14) sebagai tersangka meninggalnya siswa SMP AP (14) saat latihan silat di Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/5/2023) malam.

Penetapan ZR sebagai tersangka seusai penyidik memeriksa 11 saksi.

AP diduga dipukul dan ditendang di bagian dada yang mengakibatkan korban meninggal.

Kapolres Klaten, AKBP Warsono diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Lanang Teguh Pambudi mengatakan aksi kekerasan yang dilakukan tersangka mengakibatkan korban terjatuh dan meninggal.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Yogyakarta, korban mengalami mati lemas.

Selain itu, di tubuh korban terdapat luka patah tulang iga serta memar di bagian paru-paru.

Akibat perbuatannya tersangka terancam 15 tahun penjara.

Lantaran tersangka masih di bawah umur, polisi tidak melakukan penahanan.

AKP Lanang menjelaskan tersangka, melakukan aksi kekerasan hingga korban jatuh dan kepalanya terluka.

Sebelumnya, Kapolres AKBP Warsono melalui Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah mengatakan, status tersangka sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam kasus ini.

Sebelum tewas, AP melakukan latihan rutin di perguruan silat Pagar Nusa ranting Tegalduwur bersama dengan 5 santri lainnya dengan pelatih Z (14).

Saat kejadian AP mengikuti latihan silat di depan Masjid Baitul Rohman Dukuh Tegalduwur, Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari, Klaten.

Ketika akan memberi aba-aba selanjutnya, tiba-tiba korban jatuh ke arah depan.

Hal itu menyebabkan kening terbentur tepi lantai masjid yang menyebakan kening AP mengalami luka robek.

AP sempat dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Delanggu untuk mendapatkan penanganan medis. Tetapi sampai di sana korban sudah meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban meminta untuk dilakukan otopsi kepada AP terkait penyebab kematian dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonosari.

Jajaran Polres Klaten kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Atas kejadian tersebut, ZR dikenakan Primer Pasal 80 ayat (3) Jo. Pasal 76 C, Subsider Pasal 80 ayat (2) Jo. Pasal 76 C, Lebih Subsider Pasal 80 ayat (1) Jo.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok ZR, Pelatih Silat di Klaten Tendang Siswa SMP hingga Tewas, Tersangka Tak Ditahan, https://www.tribunnews.com/regional/2023/06/01/sosok-zr-pelatih-silat-di-klaten-tendang-siswa-smp-hingga-tewas-tersangka-tak-ditahan.
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Suci BangunDS
Host: Yustina Kartika
VP: Yohanes Anton

#beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #live #breakingnews
Sobat Tribunnews, Info tentang #Sosok #Remaja #Tahun #Pelatih #Silat #Jadi #Pelaku #yang #Tendang #Siswa #SMP #hingga #Tewas #Tak #Ditahan ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:03:34 detik.


Begitulah sekilas tentang Sosok ZR Remaja 14 Tahun Pelatih Silat Jadi Pelaku yang Tendang Siswa SMP hingga Tewas, Tak Ditahan yang telah dilihat oleh 3088 penonton, semoga dapat bermanfaat until kita semua. © Tribunnews 214

8 thoughts on “Sosok ZR Remaja 14 Tahun Pelatih Silat Jadi Pelaku yang Tendang Siswa SMP hingga Tewas, Tak Ditahan

  1. Meskipun dibawah umur klo melakukan kekerasan sampai meninggal itu ya harusnya ttp ditahan apa2an ini, klo pelaku gak ditahan kedepannya byk yg kejadian seperti ini anak dibawah umur.

  2. sya rsa kuk sprti di sngaja yahh, masa klu hnya melatih kuk bsa smpe fatal gtu hingga korban meninggal dn pelatihny tdk di hukum hnya krna alasan pelaku msh di bwh umur,, Brarti korban dn ortuny tdk mndptkn keadilan 😢😢😢 Smoga almarhum di ampuni smua dosa"ny, di trima amal ibadahny dn ditrima di sisi Allah SWT, Untk ortu/kluarga almarhum smoga di beri kesabaran, keikhlasan, kekuatan jg ketabahan 🤲 Aamiin ya Allah❤💖 Smoga Almarhum Husnul-khatimah 🤲

  3. Bocah jaman skg enak bner2. Mau se brengsek dan bajingan apa pun tetep di anggep bocah. Ga kaget ntar ada bocah yg bunuh petinggi konoha.

  4. Kok gak di hukum, yg jejadian pengeroyokan konvoi kelulusan di pantura lasem, 6 anak dibawah umur loo di penjara juga, miriss bgtt hukum Indonesia padahal korban sampai meninggal😢.. astagfirullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *