Guru Honorer hingga Tenaga Pendidik Non-PNS Dapat Subsidi Gaji Rp 1,8 Juta, Ini Syaratnya

2020-11-18 04:31:38 00:03:19 Hai hai Hai meski satu Indonesia Pagi Saudara ditengah pandemic flight 19 pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif agar semua pelajar dapat melanjutkan proses pembelajaran tenaga pendidik pun harus tetap melakukan proses belajar-mengajar di tengah tantangan pandemic dengan ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepakat untuk membagikan bantuan subsidi upah Hai subsidi upah menanti para guru dan

Dosen non PNS ini disebutkan dalam Konferensi pers virtual beberapa menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nadiem Makarim Menteri Keuangan Sri Mulyani dan menteri BUMN Erick Thohir nantinya tenaga pengajar yang berjumlah lebih dari dua juta orang baik guru tenaga operator sekolah maupun dosen non PNS akan mendapat subsidi upah sebesar

1,8 juta rupiah tanpa ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah karena para pengajar menjadi ujung tombak dalam membantu proses belajar mengajar di tengah pandemic of 19 sebesar dalam jumlah sebesar 1,8 juta yang diberikan sekaligus satu kali kepada masing-masing penerima itu siapa saja yang akan kita berikan adalah kepada dosen guru non PNS

Guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah pendidik PAUD jadi kesetaraan dan juga tenaga pustakaan tenaga laboratorium dan tenaga administrasi berarti operator sekolah pun termasuk di dalam bantuan subsidi upah ini non PNS pada satuan pendidikan negeri dan juga swasta jadi banyak yang menanyakan kami juga Apakah ini termasuk swasta Joko panaad ya karena namun

Mendikbud menjelaskan penerima subsidi harus memenuhi beberapa syarat salah satunya tidak menerima program subsidi upah lainnya dari pemerintah katanya kriteria nya sangat sederhana warga negara Indonesia berstatus bukan PNS memiliki penghasilan dibawah 5 juta rupiah perbulan dan tidak menerima bantuan subsidi upah gaji dari kemenaker dari program-program lainnya ini dan

Juga tidak menerima kartu pra kerja sampai dengan tanggal satu October 2029 yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan saat ini Pemerintah sudah cukup banyak mengutak-atik anggaran akibat pandem yang tanpa terkecuali untuk pendidikan jadi bantuan Nah dari seluruh belanja-belanja yang sangat besar itu tujuannya adalah satu karena ini adalah masalahnya penyebabnya copied ya pertama

Jangan sampai sok Fit ini menyebabkan masyarakat merosot kehidupannya dari sisi kesejahteraannya atau kalau mereka kehilangan pekerjaan mereka tetap mampu untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan juga untuk kegiatan seperti belajar-mengajar kapan rencananya bantuan subsidi upah bagi para tenaga operator sekolah guru dan dosen non PNS ini akan disalurkan dalam waktu dekat

Jika tepat waktu yakni pada akhir November atau awal Desember 2020 juang tim liputan Kompas TV is

KOMPAS.TV – Di tengah pandemi covid 19, pembelajaran jarak jauh menjadi alternative agar semua pelajar dapat melanjutkan proses pembelajaran.

Tenaga pendidik pun harus tetap melakukan proses belajar-mengajar di tengah tantangan pandemi.

Dengan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepakat membagikan bantuan subsidi upah.

Subsidi upah menanti para guru dan dosen non-PNS.

Ini disebutkan dalam dalam konferensi pers virtual beberapa Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Nantinya, tenaga pengajar yang berjumlah lebih dari 2 juta orang, baik guru, tenaga operator sekolah maupun dosen non-pns akan mendapat subsidi upah sebesar Rp 1,8 juta.

Ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah, karena para pengajar, menjadi ujung tombak dalam membantu proses belajar mengajar di tengah pandemi covid 19.

Namun Mendikbud menjelaskan, penerima subsidi harus memenuhi beberapa syarat. Salah satunya tidak menerima program subsidi upah lainnya dari pemerintah.

Rencananya bantuan subsidi upah bagi para tenaga operator sekolah, guru dan dosen non pns ini, akan disalurkan dalam waktu dekat. Jika tepat waktu, yakni pada akhir november, atau awal Desember 2020.

Artinya, penerima subsidi gaji lingkupan Kemendikbud harus dipastikan tidak menerima salah satu bantuan semi-bansos, yaitu Kartu Prakerja hingga 1 Oktober 2020.

“Karena itu, jumlahnya bisa dibilang sama ya dengan jumlah bantuan sosial tunainya. Jadi kita tidak mau tumpang tindih dengan bantuan dari Kemenaker ataupun juga yang semi-bansos dari Prakerja. Kriteria terakhir mereka memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan,” ujar Nadiem.

#SubsidiGaji #BLT #GuruHonorer
Sobat KOMPASTV, Info tentang #Guru #Honorer #hingga #Tenaga #Pendidik #NonPNS #Dapat #Subsidi #Gaji #Juta #Ini #Syaratnya ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:03:19 detik.


Begitulah sekilas tentang Guru Honorer hingga Tenaga Pendidik Non-PNS Dapat Subsidi Gaji Rp 1,8 Juta, Ini Syaratnya yang telah dilihat oleh 27356 penonton, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. © KOMPASTV 199

42 thoughts on “Guru Honorer hingga Tenaga Pendidik Non-PNS Dapat Subsidi Gaji Rp 1,8 Juta, Ini Syaratnya

  1. Saya tidak butuh bansos seperti ini. Saya sudah mengajar lebih dari 13th. Dan gaji perbulan yang saya terima hanya 150rb. Saya mohon bantulah naikan gaji kami paling tidak 1,5juta perbulan. Bukan bansos 1x seperti ini yang kami harapkan.🙏🙏

  2. Kami sangat prihatin dg kondisi pembelajaran anak didik,guru2 juga bingung dlm melakukan penilai,belajar ttp muka saja anak daya serapnya max.75 % sasaran.apalagi semenjak covid. Max. 50% sasaran.pjj luring tdk maksimal. pemilikan dan penguasaan online/IT banyak kendala internet terutama gangguan signal akibat s cuaca ekstrim dan listri yg byar pet..byar..pet.sutuasi ini yg blm ada solusinya.

  3. Kasihan nasib guru honorer…
    Guru sekolah swasta atau negeri yang bukan guru tetap dan tidak lolos CPNS atau masih honorer memang kasihan sekali.

    Anak saya dulu sempat jadi guru honorer di 2 sekolah swasta, mengajar mulai pagi hingga sore, blm lagi bawa tugas murid ke rumah, mengoreksi hingga malam hari. Melihat penghasilan nya, saya sebagai orang tua mengelus dada, jauh dibawah UMR, hanya 2 juta lebih sedikit.

    Tentu sebagai orang tua harus tetap memberi semangat dan "mensubsidi" untuk kebutuhan2 nya.
    Namun setelah ± 3 tahun anak saya "menyerah" dan cari pekerjaan lain.

    Alhamdulillah sekarang anak saya kerja di perusahaan nasional yang sudah go public dgn gaji diatas UMR + tunjangan2 yang lebih dari cukup.

    Intinya, jika lulusan sarjana pendidikan yang bekerja jadi guru dgn gaji yang minim, tentu mereka akan berpaling mencari kerja yang lain. Lalu bagaimana kelak jika tidak ada yang mau menjadi guru?

  4. kalo bisa jgn smpe berhenti smpe disini bantuan utk guru honorer, kasihan yg sudah mengabdi sekian belas tahun tp penghargaan kalah dg yg fresh graduate yg lolos cpns.., padahal tujuannya sm2 mencerdaskan anak bangsa…, smoga dunia pendidikan smakin tercerahkan utk masa dpn bangsa..🙏

  5. kenapa disangkutpautkan dengan bantuan/subsidi yang lain, dari kemenaker, prakerja gak ada hubungnya, kalau mau memberi bantuan guru honorer ya tanpa terkecuali, subsidi ruwet bnyk juga yang gak mampu tp prakerja gk msuk2 disisi lain yg pns juga dapat kok diprakerja, nasibmu gaji guru oemar bakri seperti dikebiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *