Viral! Mahasiswa Unram Dianiaya Satpam Kampus, Berikut Klarifikasi Rektor dan Ketua BEM

2023-06-22 03:15:47 00:03:22 Kericuhan antara mahasiswa dan security di Universitas Mataram atau Unram terjadi pada Selasa 20 Juni 2023 siang ketika mahasiswa menggelar aksi massa kerjohan yang menyebabkan luka-luka di kedua belah pihak tersebut membuat Rektor Universitas Mataram Profesor Doktor Insinyur Bambang hari Kusumo buka suara awalnya Bambang tidak mengetahui aksi baku hantam antar kedua belah pihak

Terjadi Masih dikatakan oleh Bambang ia menganggap aksi massa oleh mahasiswa Unram yang sempat terjun tadi adalah aksi massa biasa dan tidak ada keributan didampingi sup koordinator tata usaha dan rumah tangga Unram Putrawan ikut buka suara terkait kericuhan yang terjadi Putrawan yang mengaku hadir di tengah aksi massa menuturkan bahwa aksi

Kekerasan yang dilakukan oleh security Unram akibat terprovokasi mahasiswa Putrawan juga mengaku sudah meminta sekira 10 hingga 20 orang mahasiswa sebagai perwakilan untuk ber audiensi dengan mahasiswa tetapi tidak diindahkan dengan cuaca panas kata puterawan ada satu mahasiswa melontarkan kata-kata kotor dan mengacungkan jari tengah Selain itu rawan pihak mahasiswa di

Imbau untuk mengecilkan volume pengeras suara karena sedang azan tetapi tidak diindahkan dengan serangkaian hal tersebut emosi pihak keamanan pun tersulit hingga terjadi kericuhan Putrawan juga menilai Kejadian ini bukan aksi pemukulan satu pihak melainkan bentrok biasa atau pertarungan jalanan Disinggung terkait pemukulan dengan alat tumpul oleh pihak keamanan kampus

Putrawan menegaskan hal itu sudah Dalam standar operasional prosedur atau sop personel keamanan Unram atau kericuhan tersebut setidaknya 3 security turut mengalami luka-luka ringan di mana 3 security tersebut mengalami luka di bagian kepala luka di bagian lengan hingga pergelangan tangan ketika Disinggung terkait naiknya pembiayaan tes Mandiri Profesor Bambang hari Kusumo

Menegaskan biasanya sudah melakukan riset terlebih dahulu dan sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ia juga menilai angka tersebut ditentukan oleh stacker dengan berbagai pertimbangan serta dampak inflasi yang sudah terjadi dalam belasan tahun belakangan belum lagi ujar Bambang tes penerimaan mahasiswa baru kali ini menggunakan tes berbasis komputer yang membutuhkan anggaran lebih besar sisi

Lain ketua Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Universitas Mataram martoni Ira Malik membenarkan adanya aksi kekerasan yang dialami oleh pihaknya dengan aksi massa yang mulai bergerak dan berkumpul sejak pukul 10 pagi di depan gedung rektorat Unram aksi berjalan kondusif saat menyampaikan tuntutan para masa aksi ujar Tony sapan akrabnya kondisi

Mulai memanas ketika maskot masa aksi ditarik paksa oleh pihak keamanan kampus tidak terima dengan maskot yang tergabung dalam masa aksi dan berpenampilan badut tikus menggunakan Toga ditarik oleh pihak keamanan Toni dan pihaknya pun melawan karena situasi memanas dan terjadi kericuhan sabun Toni satu orang mahasiswa harus dilarikan ke

Rumah sakit terdekat dan beberapa orang mengalami luka memar hingga berdarah dengan sejumlah luka di bagian kepala perut wajah dan kaki yang diterima masa aksinya Tony turut merasakan tindakan Represif pihak keamanan kampus Tony mengaku dirinya mendapatkan perlakuan Represif akibat sekedar ingin mengamankan rekannya yang terkena pukulan Tony pun mengaku satu orang

Mahasiswa yang dikeroyok oleh satpam sekitar 7 Hingga 10 orang satpam atas kericuhan yang terjadi Toni bersama rekannya yang menjadi korban referensifitas mengambil jalur hukum Adapun balasan poin tuntutan yang dilontarkan oleh massa aksi berupa penegasan proses hukum terkait kasus pelecehan seksual transparansi penentuan UKT mahasiswa stop pungli hingga penyesuaian biaya tes Mandiri

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Kericuhan antara mahasiswa dan satpam di Universitas Mataram (Unram) terjadi pada Selasa (20/6/2023) siang, ketika mahasiswa menggelar aksi massa.

Kericuhan yang menyebabkan luka-luka di kedua belah pihak tersebut, membuat Rektor Universitas Mataram Prof Dr Ir Bambang Hari Kusumo buka suara.

Awalnya, Bambang tidak mengetahui aksi baku hantam antar kedua belah pihak terjadi.

“Saya tidak ikut di lapangan ya, saya sedang rapat dengan Satuan Pengawas Internal Rumah Sakit Unram,” ujar Rektor Universitas Mataram Prof Dr Ir Bambang Hari Kusumo di ruangannya, Rabu (21/6/2023).

Masih dikatakan oleh Bambang, ia menganggap aksi massa oleh mahasiswa Unram yang sempat ricuh tadi adalah aksi massa biasa dan tidak ada keributan.

“Saya anggap aksi massa biasa saja, karena ada pengeras suara dan sebagainya. Belakangan tadi malam saya baru tahu, ada mahasiswa yang dilarikan ke rumah sakit,” kata Bambang.

Didampingi Sub Koordinator Tata Usaha dan Rumah Tangga Unram, Putrawan, ikut buka suara terkait kericuhan yang terjadi.

Putrawan yang mengaku hadir di tengah aksi massa menuturkan, bahwa aksi kekerasan yang dilakukan oleh satpam Unram akibat terprovokasi mahasiswa.

“Awalnya saya sudah bilang kalau Pak Rektor (Prof Dr Bambang Hari Kusumo) sedang rapat, nanti beliau terganggu rapatnya. Tapi mereka memaksa masuk,” ujar Putrawan.

Putrawan juga mengaku sudah meminta sekira 10 hingga 20 orang mahasiswa sebagai perwakilan untuk beraudiensi dengan mahasiswa, tetapi tidak diindahkan.

Dengan cuaca panas, kata Putrawan, ada satu mahasiswa melontarkan kata-kata kotor, dan mengacungkan jari tengah.

Selain itu, sambung Putrawan, pihak mahasiswa diimbau untuk mengecilkan volume pengeras suara karena sedang azan, tetapi tidak diindahkan.

Dengan serangkaian hal tersebut, emosi pihak keamanan pun tersulut hingga terjadi kericuhan.

“Panas, suasananya panas, terus ngomongnya dia tidak bener dan dia memulai, akhirnya kita terpancing dengan itu,” jelas Putrawan.

Putrawan juga menilai kejadian ini bukan aksi pemukulan satu pihak, melainkan bentrok biasa atau pertarungan jalanan.

Disinggung terkait pemukulan dengan alat tumpul (pentungan) oleh pihak keamanan kampus, Putrawan menegaskan hal itu sudah dalam standar operasional prosedur (SOP) personel kemananan Unram.

“Satpam itu kan peralatannya seperti itu. Dulu kita bawa sangkur (sejenis pisau) dan pentungan, tapi tujuannya bukan untuk itu tapi membela diri. Tapi sangkur kan sudah tidak diperbolehkan,” terang Putrawan.

Atas kericuhan tersebut, setidaknya tiga satpam turut mengalami luka-luka ringan.

Di mana tiga satpam tersebut mengalami luka di bagian kepala, luka di bagian lengan hingga pergelangan tangan.

Ketika disinggung terkait naiknya pembiayaan tes mandiri, Prof Dr Bambang Hari Kusumo menegaskan pihaknya sudah melakukan riset terlebih dahulu dan sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Berdasarkan PP No 22 Tahun 2023, itu menetapkan biaya tes mandiri itu sebesar Rp500 ribu. Kita sudah kaji dampak faktor sosial dan ekonominya,” tegasnya.

Ia juga menilai, angka tersebut ditentukan oleh Satker dengan berbagai pertimbangan, serta dampak inflasi yang sudah terjadi dalam belasan tahun belakangan.

“Ini sudah 13 tahun tidak berubah angkanya. Bayangkan berapa inflasi selama 13 tahun tidak berubah nilainya,” sambungnya.

Belum lagi, ujar Bambang, tes penerimaan mahasiswa baru kali ini menggunakan tes berbasis komputer yang membutuhkan anggaran lebih besar.

“Dulu pakai kertas, dua hari sudah selesai. Sekarang komputer, lamanya tes selama dua pekan, itu butuh biaya,” tandasnya.

Versi Mahasiswa

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram, Martoni Ira Malik membenarkan aksi kekerasan yang dialami oleh pihaknya.

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Rektor Unram Mengaku Sedang Rapat saat Ada Kericuhan, Ini Klarifikasi Dua Belah Pihak, https://lombok.tribunnews.com/2023/06/21/rektor-unram-mengaku-sedang-rapat-saat-ada-kericuhan-ini-klarifikasi-dua-belah-pihak?page=2.
Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Sobat Tribun Lombok, Info tentang #Viral #Mahasiswa #Unram #Dianiaya #Satpam #Kampus #Berikut #Klarifikasi #Rektor #dan #Ketua #BEM ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:03:22 detik.


Begitulah sekilas tentang Viral! Mahasiswa Unram Dianiaya Satpam Kampus, Berikut Klarifikasi Rektor dan Ketua BEM yang telah dilihat oleh 1076 penonton, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. © Tribun Lombok 202

3 thoughts on “Viral! Mahasiswa Unram Dianiaya Satpam Kampus, Berikut Klarifikasi Rektor dan Ketua BEM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *