Rektor Unitas Palembang Yudisium 44 Lulusan Program Pascasarjana Prodi Ilmu Pemerintahan

Sebanyak 44 orang dilantik di acara yudisium XIII Prodi Ilmu Pemerintahan prodi pascasarjana Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang yang dilaksanakan di Ballroom hotel The Alts Palembang.

Rektor Universitas Taman Siswa Palembang Ki Joko Siswanto dalam kata sambutannya mengucapkan selamat untuk yudisiawan dan yudisiwati yang hadir di yudisium ke XIII prodi Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana Unitas Palembang.

“Tentu dengan acara ini saya selaku rektor mengucapkan selamat atas kerja keras saudara-saudara semua karena telah menyelesaikan pendidikan master dan magister minimal 2 tahun atau ada yang kurang dari 2 tahun ini menandakan kalian serius dan sungguh-sungguh di dalam belajar meningkatkan kapasitas dan kemauan kemampuan menguasai suatu ilmu,” jelasnya, Sabtu (28/9/2019).

Dengan menyandang magister ini derajat keilmuan semakin meningkat. “Dan mestinya diiringi dengan peningkatan sikap, perilaku, tutur kata yang menggambarkan bahwa kalian semua ini bukan lagi S1 tapi sudah magister dan semakin tinggi tingkat pendidikan mestinya semakin baik sikap perilaku di dalam menjalankan profesi,” katanya.

“Baik sebagai profesi di tempat bekerja masing-masing maupun profesi yang saat ini sedang dijalani. Kepad direktur pasca dan jajarannya dari Unitas Palembang sangat berterima kasih atas kerja keras dalam proses mendidik dalam proses pembelajaran di semua keterbatasan,” ujar pria yang juga dosen di Unsri ini.

Dalam sambutannya juga, Joko mengatakan bila mengikuti perkembangan politik, maraknya demo mahasiswa diberbagai daerah. “Kita yang belajar ilmu pemerintahan dan tema yang diangkat pelayanan publik yang kompeten dan memiliki daya saing global ini sebetulnya kaitannya dengan berpikir antisipatif, responsif dan solutif,” katanya.

“Kalau kita selalu berpikir antisipatik sesuatu yang sifatnya negatif sesuatu yang merusak itu tidak akan terjadi kalau dilandasi dengan berpikir antisipatif dan apabila antisipatif maka kita akan responsif, responsif itu peka terhadap situasi yang berkembang dengan apa yang terjadi,” jelasnya.

Setelah responsif maka bisa bikin suatu solusi agar persoalan yang antisipatif tadi yang dilihat problematika dan meresponnya. “Kemudian kita bisa bikin alternatif solusi kalau seperti itu yang kita lakukan maka hal-hal yang sifatnya sering terjadi saat ini bisa dicegah,” katanya.